Kereta ekonomi kelas tiga Kutojaya. Trayek kutoarjo jakarta,Tanah Abang tepatnya.Aku bukan penggemarnya apalagi fans beratnya. Tapi keadaan memaksa menjadikanku pelanggan setia. Dengan beribu orang tiap harinya dalam sembilan rangkaian gerbong kereta dan satu loko penariknya.
Bagi anda yang makmur dan kaya raya banyak harta jangan pernah berpikir untuk mencobanya. Karena setelah naik kereta badan bisa terasa pegel semua. Kerap kali kepala pusing sampai engga bisa buat duduk. Pinggang pegel sampai engga bisa buat jalan.Kadang perut juga sampai engga bisa buat makan. Dan yang jelas telinga sampai engga bisa buat ngelihat. Yang namanya kelas tiga fasilitas pasti minim adanya. Jendela,pintu dan lampu telah banyak rusaknya. Sedang toiletnya kerapkali jadi tempat penumpang sekaligus tas dan kardus bawaanya. Hingga praktis kita tak bisa memakai atau buang hajat didalamnya.
Duduk dilantai sudah sangat disyukuri,karena kadang penuh sekali sehingga mewajibkan kita untuk terus berdiri. Tidur dikolong kursipun sudah jadi hal yang tak aneh lagi.
Hanya satu servis andalanya, penjual yang hilir tiada hentinya. Bolak balik walau wajahnya tak menarik dan geal geol walau body tak bahenol. Mizone aqua minumanya dinginya. Kopi energen minuman dinginya. Nasi goreng dan bungkus sebagai ganjal perutnya.Berbagai cemilan dan oleh olehpun dijualanya.
Cerita sedikit tentang kereta sekelasnya.Kreta dari kroya jakarta tujuannya,tapi lewat bandung rute perjalananya. Serayu satu dan dua namanya. Khusus untuk yang berangkat sore jam lima, ada hiburan tambahan rupanya. Penumpang dihibur oleh dua penyanyi jelita. Menor dadananya rok mini pakaianya. Yang paling asik adalah dia suka nyolek kalau digoda. Gitar kentrung dibawanya, yang hanya tiga senarnya. "Sawer ewer ewer " jadi lagu andalanya. Anda mau tahu siapa mereka? Sudah pasti "Banci Kaleng" jawabnya
Sekian dulu ceritanya yach !
Jaringan GPRS sudah mulai sibuk rupanya.Membuatku handphoneq putus nyambung conectnya.Tanganku juga sudah mulai pegel jempolnya.
Cape dan ngantuk dah mulai terasa.Selamat malam dan q mau memejamkan mata. Do'akan y biar indah mimpinya.Mimpi nemu pacar dikreta juga g papa.
he,he,he... Mulai halusinasi rupanya.Cukup skian sampai jumpa dilain cerita.
¤Ni ada tips bagi penumpang pemula
1.Cari tau tujuan ahir kreta.
Ini membantu kita membuat rencana jika sampai kebablasan biar ga panik.
2.Cari tau waktu berangkat dan perkiraan sampai tujuan.
Ini berhubungan erat dengan ibadah sholat.Contohnya kutojaya berangkat jam 19.40 dan biasanya jam 04.35 sampe di tanah abang, maka kita hrs menjamak takdim isa dan magrib.
3.Periksalah nomor tempat duduk di karcis.
Penting untuk menentukan gerbong mana jatah kita.Selain itu juga kadang ada nomor palsu.Perlu diketahui no tempat duduk yang ada di gerbong adalah 1 sd 24. dengan seri ABCDE umumnya.Tp 1C,1D,1E,2C,2D,2E,3C,22C,23A,23B,23C,24A,24B,24C. Nomor nomr itu ga ada karena pas posisi itu dibikin untuk toilet.Anda harus langsung melihatnya saat membeli agar dapat langsung menukarnya
4.Beli minuman secepatnya agar tidak ada yg memberi ke kita jaga jaga kalau ada biusnya. Simpan rapi makan dan minum kita pastikan tidak ada yang bisa mencampuri dg bius atau sejenisnya saat kita ketiduran.
5.Jangan terlalu memamerkan barang berharga kita.
Simpan handpone dan brang berharga ditempat yang benar benar aman. Kalau kita ketiduran.
6.Usahan buang air sebelum perjalanan.
Karena toilet kreta sering ga bisa dipakai.Karena dijadikan tempat menaruh barang atau penumpang atau habis airnya.
7.Perhatikan stiap pengumuman di stasiun pemberhentian.
Banyak info bermanfaat yg bisa dipakai. Jika ada info kalau kereta menunggu dua persilangan itu artinya memberi kita waktu 10 menit di stasiun itu, dan jika menunggu tiga persilangan biasanya sampai 25 menit.Gunakan waktu itu sebaik mungkin karena tak ada kesempatan yang kedua. Bagi wanita biasanya digunakan untuk kencing atau menganti laurier nya.
8.Berdoa ketika naik dan turunya.
To: My Friend
Selamat mencoba semoga selamat sampai tujuan.
Read More ..
Rabu, 24 Maret 2010
Minggu, 28 Februari 2010
Masjid Kau Tinggal Pergi
Masjid ini sekarang sepi tak seperti dulu lagi.Saat dulu belajar baca kitab suci,masjid ini ramai sekali.Pagi sore dan malam hari tua muda silih berganti,penuh semangat tuk pelajari agama ilahi.
Masjid ini sebernanya masih kokoh berdiri.Bahkan terkesan lebih indah dan rapi.Tiap tahun tembok dicat kembali,hingga kusam tak pernah nampak lagi.Atap bocorpun dah lama tak ku jumpai.Dulu cape harus menimba pake ember dan tali,skarang tinggal pencet air dah naik sendiri.
Tapi ada hal yang sangat disayangi.Ketika masjid sudah indah dan tertata rapi.Seolah masjid ini tak punya ruh lagi.Ruh yang mampu menarik hati,hati anak anak tuk giat mengaji,serta muda mudi tuk rajin kumandangkan ayat suci.Sekarang masjid ini ramai hanya bulan suci, atau saat hari besar sedang kami peringati.
Cobalah jama'ah duhur di masjid ini,lalu coba perhatikan jumlah yang mengikuti.Shaf putra cuma satu baris tak terpenuhi,sedang shaf putri paling mentok dua shaff.Pa lagi kalo subuh atau fajri,job besar bagi pakyai.Kadang ia adzan sendiri,lalu di iqomati,dan ia juga yang mengimaminya.Yang jama'ah subuh cuma nenek nenek dan aki aki.Jumlah mereka dapat dihitung dengan jari.
Entah pertanda apa semua hal ini,dan entah mengapa pula bisa terjadi.Mungkinkah semua ini pengaruh buruk teknologi.Sebagian penduduk jadi pecandu tivi.Ktika adzan tivi tak mati,mereka wudlupun tunggu jeda promosi.Habis wudlu lanjut nonton lagi.Dan sholat saat jeda promosi kembali.Sedang sebagian lagi terhipnotis smart atau speedy.Tatap layar komputer begitu mereka sukai,googling search tanpa tujuan pasti.Hingga waktu jama'ah diketahui,dengan santai ia biarkan pergi.Mungkin mereka berkata dalam hati sholat itu urusan nanti.
Tuhan...
Apahkah mereka telah melupakan,besarnya pahala jama'ah andai dilaksanakan.Nabi sendiri menyabdakan, sampai dua puluh tujuh derajat ditinggikan.
Tuhan...!
Apa mereka juga melupakan,memakmurkan masjid itu tak sekadar memegahkan bangunan.Mengisinya dengan banyak peribadahan juga jalan memakmurkan.Bisa juga dengan menjadikan tempat memperdalam ilmu keagamaan.
Ya Alloh...
Rabb semesta alam,ku mohon inayah, rohmat, hidayah dan kekuatan, agar kami bisa jadi rajin jama'ah di masjid,jauhkanlah kami dari sifat malas agar kami bisa selalu memakmurkanya.
A miin...
Read More ..
Masjid ini sebernanya masih kokoh berdiri.Bahkan terkesan lebih indah dan rapi.Tiap tahun tembok dicat kembali,hingga kusam tak pernah nampak lagi.Atap bocorpun dah lama tak ku jumpai.Dulu cape harus menimba pake ember dan tali,skarang tinggal pencet air dah naik sendiri.
Tapi ada hal yang sangat disayangi.Ketika masjid sudah indah dan tertata rapi.Seolah masjid ini tak punya ruh lagi.Ruh yang mampu menarik hati,hati anak anak tuk giat mengaji,serta muda mudi tuk rajin kumandangkan ayat suci.Sekarang masjid ini ramai hanya bulan suci, atau saat hari besar sedang kami peringati.
Cobalah jama'ah duhur di masjid ini,lalu coba perhatikan jumlah yang mengikuti.Shaf putra cuma satu baris tak terpenuhi,sedang shaf putri paling mentok dua shaff.Pa lagi kalo subuh atau fajri,job besar bagi pakyai.Kadang ia adzan sendiri,lalu di iqomati,dan ia juga yang mengimaminya.Yang jama'ah subuh cuma nenek nenek dan aki aki.Jumlah mereka dapat dihitung dengan jari.
Entah pertanda apa semua hal ini,dan entah mengapa pula bisa terjadi.Mungkinkah semua ini pengaruh buruk teknologi.Sebagian penduduk jadi pecandu tivi.Ktika adzan tivi tak mati,mereka wudlupun tunggu jeda promosi.Habis wudlu lanjut nonton lagi.Dan sholat saat jeda promosi kembali.Sedang sebagian lagi terhipnotis smart atau speedy.Tatap layar komputer begitu mereka sukai,googling search tanpa tujuan pasti.Hingga waktu jama'ah diketahui,dengan santai ia biarkan pergi.Mungkin mereka berkata dalam hati sholat itu urusan nanti.
Tuhan...
Apahkah mereka telah melupakan,besarnya pahala jama'ah andai dilaksanakan.Nabi sendiri menyabdakan, sampai dua puluh tujuh derajat ditinggikan.
Tuhan...!
Apa mereka juga melupakan,memakmurkan masjid itu tak sekadar memegahkan bangunan.Mengisinya dengan banyak peribadahan juga jalan memakmurkan.Bisa juga dengan menjadikan tempat memperdalam ilmu keagamaan.
Ya Alloh...
Rabb semesta alam,ku mohon inayah, rohmat, hidayah dan kekuatan, agar kami bisa jadi rajin jama'ah di masjid,jauhkanlah kami dari sifat malas agar kami bisa selalu memakmurkanya.
A miin...
Read More ..
Rabu, 17 Februari 2010
Neraka Bukan Tujuan
Hai kawan
Mari Coba sedikit kita lamunkan
Mengingat masa yg terlewatkan
Mengangkat memori yang tersimpan
Yang terlupakan ataupun dilupakan
Banyak hal yg telah da di perjalanan
Kenangan manis penuh keceriaan
Kenangan pahit penuh kedukaan
Kesuksesan yang dianggap menbanggakan
Kegagalan yang
terkadang mengecewakan
Lalu...
Coba renungkan jauh kedepan
Saat persidangan Tuhan dijalankan
Setelah bumi diluluh lantakan
Manusia segala jaman dibangkitkan
Lalu dipadang masyar dikumpulkan
Tiap kita hanya punya satu harapan
Jadi penghuni surga dan bertemu Tuhan
Persidangan Tuhan penuh kemurnian
Tak da hakim berbuat kesewenangan
Tak da kputusan terpengaruh suapan
Tak da pengacara yang cuma kejar imbalan
Tak da juga saksi yang penuh kepalsuan
Hanya amal kitalah yang jadi jaminan
Lalu...
Cobalah ingat hai kawan
Sudahkan syukur dalam kenikmatan
Dan kamu sabar dalan tiap cobaan
Shg malaikat mencatat amal kebaikan
Atau justru takabur dlm keberhasilan
Dan kamu mengeluh dlm kegagalan
Malaikatpun mencatatnya amal kejelekan
Lalu...
Sedikit kamu adakan perhitungan
Kebaikan dan kejelekan yang diamalkan
Selintas pandang dalam pikiran
Manakah yang telah jadi ungulan
Andai dalam jumlah diperbandingkan
Jikalau amal kejelekan banyak teramalkan
Hingga tak sebanding dgn amal kebaikan
Maka siaplah hai kawan kau rasakan
Neraka penuh siksa sebagai balasan
Lalu...
ku hanya bs berpesan hai kawan
Lanjutkanlah kebaikan hentikanlah kejahatan
Beristighfarlh mhon ampunan Tuhan
Moga terkabul dan dapat keridoan
Dan kedalam surga dimasukan.
A miin ! Read More ..
Mari Coba sedikit kita lamunkan
Mengingat masa yg terlewatkan
Mengangkat memori yang tersimpan
Yang terlupakan ataupun dilupakan
Banyak hal yg telah da di perjalanan
Kenangan manis penuh keceriaan
Kenangan pahit penuh kedukaan
Kesuksesan yang dianggap menbanggakan
Kegagalan yang
terkadang mengecewakan
Lalu...
Coba renungkan jauh kedepan
Saat persidangan Tuhan dijalankan
Setelah bumi diluluh lantakan
Manusia segala jaman dibangkitkan
Lalu dipadang masyar dikumpulkan
Tiap kita hanya punya satu harapan
Jadi penghuni surga dan bertemu Tuhan
Persidangan Tuhan penuh kemurnian
Tak da hakim berbuat kesewenangan
Tak da kputusan terpengaruh suapan
Tak da pengacara yang cuma kejar imbalan
Tak da juga saksi yang penuh kepalsuan
Hanya amal kitalah yang jadi jaminan
Lalu...
Cobalah ingat hai kawan
Sudahkan syukur dalam kenikmatan
Dan kamu sabar dalan tiap cobaan
Shg malaikat mencatat amal kebaikan
Atau justru takabur dlm keberhasilan
Dan kamu mengeluh dlm kegagalan
Malaikatpun mencatatnya amal kejelekan
Lalu...
Sedikit kamu adakan perhitungan
Kebaikan dan kejelekan yang diamalkan
Selintas pandang dalam pikiran
Manakah yang telah jadi ungulan
Andai dalam jumlah diperbandingkan
Jikalau amal kejelekan banyak teramalkan
Hingga tak sebanding dgn amal kebaikan
Maka siaplah hai kawan kau rasakan
Neraka penuh siksa sebagai balasan
Lalu...
ku hanya bs berpesan hai kawan
Lanjutkanlah kebaikan hentikanlah kejahatan
Beristighfarlh mhon ampunan Tuhan
Moga terkabul dan dapat keridoan
Dan kedalam surga dimasukan.
A miin ! Read More ..
Langganan:
Komentar (Atom)
